Bagaimana?

Pagi itu, di dalam kelas, saya ingat benar ketika salah satu guru SMA saya mengatakan, “Dalam hidup ini kita harus merubah konsep, gimana nanti menjadi nanti gimana.”

Sampai saat ini saya tetap memegang teguh prinsip tersebut. Saya merasakan dua konsep tersebut memiliki perbedaan signifikan dalam proses memaknai kehidupan.

Konsep “gimana nanti” menggambarkan diri tidak memiliki perencanaan matang, atau bisa dibilang tidak memiliki target hidup.

“Gimana nanti” berarti membiarkan diri kita kalah terlebih dahulu dengan keadaan, yang memang kita sendiri memutuskan berpotensi untuk tidak siap dalam menghadapi sesuatu.

Ibarat seseorang sedang melaju di jalan tol, melihat tidak jauh lagi di depan akan ada gardu pembayaran tol, namun ia tidak tergerak untuk menyiapkan uang pembayaran. Hasilnya, ketika sampai di gardu pembayaran ia baru sibuk mencari uang yang menyebabkan memakan waktu yang cukup lama, sehingga menyebabkan antrian cukup panjang, bahkan karena terburu-buru uang untuk pembayaran terjatuh sebelum diterima oleh petugas. Seperti itu hasil yang didapat jika “gimana nanti terus bersemayam dalam diri, yaitu tidak optimal dalam mengerjakan sesuatu ditambah hasil yang diperoleh tidak memuaskan.

Seseorang yang menganut “gimana nanti-isme” merupakan orang yang reaktif, setelah sesuatu terjadi baru sibuk untuk menanggapinya.

Tipe seperti ini tergolong yang gemar menunda-nunda pekerjaan, sehingga pekerjaan yang ditunda tersebut akan menunda pekerjaan lain yang jauh lebih banyak lagi.

Berbeda dengan tipe penganut “nanti gimana-isme”, merupakan orang yang visioner, ia telah memikirkan kemungkinan sesuatu terjadi dan telah menyiapkan solusi ketika benar-benar terjadi.

Selalu merasakan bahwa masa yang akan datang merupakan sebuah ketidakpastian yang pasti, sehingga akan mendorong untuk siap menghadapinya. Tipe orang seperti ini tergolong preventif.

Tokoh-tokoh besar dalam sejarah dapat dikenal banyak orang melalui kepiawaiannya menyelesaikan suatu permasalahan, dikarenakan ia telah lebih dahulu melihat kemungkinan suatu peristiwa terjadi jauh sebelum waktunya terjadi.  Ia berpikir melebihi sudut pandang orang lain. Ia telah membayangkan di masa yang akan datang telah terjadi sesuatu yang ia bayangkan.

Dapat dikatakan, tipe orang seperti ini memiliki imajinasi yang tinggi untuk berani bermimpi menjemput kesuksesan. JIka bermimpi yang gratis saja tidak berani, bagaimana sesuatu bisa terjadi. Karena sesungguhnya kita hidup dalam pikiran kita. Jika kita berpikiran sanggup maka akan terjadi, jika berpikiran gagal maka gagalah.

Keseharian kita tanpa disadari terdiri dari mimpi-mimpi sederhana. Sesaat ketika bangun tidur kita sudah memimpikan akan ke kamar mandi, kemudian berpakaian, sarapan, lalu berangkat beraktifitas. Apa yang terjadi? Maka dalam sehari terjadilah semua mimpi tersebut yang mengantarkan kita di tempat kerja misalnya.

Jika sesaat setelah bangun tidur kita bermimpi untuk tidak melakukan aktifitas kemudian tidur lagi, maka itulah yang akan terjadi. Saat ini, aktifitas yang sedang kita lakukan merupakan buah dari mimpi kita pada waktu sebelumnya.

Saya berpandangan jika ada seseorang yang ditanya kesanggupannya mengenai suatu kegiatan/pekerjaan, kemudian menjawabnya dengan dua kata pembunuh potensi diri  “liat gimana nanti aj ya,” maka saya sudah menganggapnya tidak sanggup dan jangan berharap banyak kepadanya. Mengapa? Karena sebenarnya ia sendiri yang telah membuat dirinya tidak sanggup, namun ia berat untuk mengatakannya secara langsung. Sehingga yang dilakukannya mencari kata lain, dalam hal ini “gimana nanti” untuk menyembunyikan niat untuk tidak menyanggupinya agar terkesan tidak mengecewakan orang yang menanyakannya.

Semoga kita diberi kekuatan untuk menjauhi potensi keburukan dalam diri kita, agar senantiasa memperbaiki diri setiap waktunya. Semoga bermanfaat. Mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan.

(10 Rajab 1431 H / 12 Juni 2011. Jatiwaringin, Pondok Gede)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: